Di masa lalu, orang Eropa dan Asia, khususnya Asia Timur menganggap taman adalah mahakarya yang mahal. Tidak boleh dimiliki dan dilihat sembarang orang, harus bangsawan dan kalangan terpandang. Di Indonesia, para raja membuat, misalnya Tamansari, yang dikhususkan untuk anggota kerajaan.

Kebebasan untuk menikmati taman baru dimulai di Amerika sekitar pertengahan hingga akhir abad 1800. Dipelopori pemerintah kota New York dan Boston, dibangunlah banyak taman kota yang saling terintegrasi dan boleh diakses semua masyarakat. Gaya-gaya ini mempengaruhi Indonesia dari waktu ke waktu.

  • 1712

    Joseph Addison, esais, penyair, dramawan, dan politikus Inggris menjadi orang pertama yang menulis tentang lanskap di majalah miliknya,The Spectator.

  • Akhir 1700-an

    Lanskap taman sebagai cikal bakal arsitektur lanskap, sudah diterapkan di rumah-rumah bangsawan, istana dan properti milik kerajaan, komplek keagamanan, dan pusat pemerintahan di Eropa.

  • 1800

    Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor bergaya Inggris klasik seperti Kew Garden di London. Ia memerintahkan W. Kent untuk membuatkan yang serupa di Bogor

  • 1817

    Kebun Raya Bogor diputuskan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan tanaman tropis dan pengelolaannya terpisah dari naungan Istana.

  • 1828

    Gilbert Laing Meason mencetuskan gagasan Landscape Architecture.

  • 1840

    John Claudius Loudon mulai mempublikasikan gagasan Gilbert Laing Meason dalam Encyclopedias and buku the Landscape Gardening and Landscape Architecture of the Late Humphry Repton. Mulailah landscape architecture dianggap sebagai profesi.

  • 1842-1894

    Kebun Raya Bogor menjadi awal perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

  • 1900

    Timbulnya tren urban planning untuk penataan kota. Berkonsep kombinasi dari tradisi lanskap taman dan perencanaan tata kota. Gagasan ini tercetus saat Frederick Law Olmsted merancang taman-taman kota yaurban planningng meurban planninurban planninggnyatukan kota. New York. Taman ini adalah Central Park, Brooklyn Prospect Park, Boston’s Emerald Necklace Park sytem.

  • 1948

    Deklarasi pembentukan International Federation of Landscape Architects (IFLA). Beranggotakan 15 negara dar Eropa dan Amerika Utara. Sir Geoffrey Jellicoe ditunjuk sebagai Presiden IFLA pertama.

  • 1951-1959

    Kusnoto Setyodiwirjo menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi direktur Kebun Raya Bogor. Setelah sebelumnya dipegang Belanda (1817-1943) dan Jepang (1943-1951).

  • 1980

    Lahirnya istilah agrikultur berkelanjutan sebagai masa depan lanskap dunia.

  • 1995

    Timbulnya gerakan untuk swasembada dan pertanian skala kecil berdasarkan pendekatan sistem holistik dan prinsip-prinsip ekologi di kebun rumah, lanskap kecil.

  • 2000

    Bill Mollison dan David Holmgren asal Australia mempopulerkan permaculture. Sebagai pengembangan ekosistem pertanian berkelanjutan dan mandiri.