Pemilik nama Jaya Pratomo Ibrahim ini pernah dinobatkan sebagai 100 desainer terbaik di dunia oleh Architectural Digest Magazines. Selama kariernya Jaya telah mendesain interior di dalam dan luar negeri, sebut saja The Dharmawangsa Jakarta, Four Season Bali, Trans Asia Hotel Srilangka, Sukotai Hotel Bangkok, Aman at Summer Palace, The Chedi Muscat, Christopher Noto Residence, The Setai Miami, dan lain sebagainya. Jaya pun pernah bekerjasama dengan banyak orang ternama, beberapa di antaranya Bruce M. Goldstein, Shaun Yeo, dan Larry Van Ooyen.

Jaya Ibrahim lahir di Yogyakarta 17 April 1948, putra diplomat Sumatera dan putri Jawa. Kuliah Ekonomi dan Sosiologi di York University. Bekerja di Blakes, Luxes Hotel London, karya Anousky Hempel. Di situlah ia menemukan jati dirinya sebagai perencana hotel, saat mulai menjadi asisten sang desainer interior ternama. Tinggal selama 20 tahun di London menjadikannya seorang desainer yang tangguh.

JAYA IBRAHIM
The Setai

Berpaku pada konsep, Jaya sangat sadar apa yang dibutuhkan kliennya. “Saya mendesain untuk proyek. Apa yang proyek butuhkan itu yang saya kerjakan,” katanya saat diwawancara Home Living pada 2013. Hampir semua proyeknya, Jaya mendesain sendiri setiap furniturnya. Dan tak lupa memasukan unsur lokal ke dalam rancangannya. Bagi Jaya, unsur lokal yang dimasukan harus sesuai dengan zamannya, karena apa yang penting saat dahulu tentu berbeda dengan saat ini. Menjiplak gaya tertentu seperti gaya Eropa, Mediteranian, Amerika dan lain-lain tentu tidak akan semirip aslinya, gaya-gaya tersebut bagi Jaya cukup dijadikan inspirasi untuk mendapatkan desain yang lebih baru dan fresh.

Sebagai punggawa interior yang terkenal, Jaya yang wafat 5 Mei 2015 ini terlihat sangat rendah hati menyikapi kesuksesannya. “Saat ini Indonesia sudah dapat menerima profesi desainer interior dengan baik. Coba tengok beberapa tahun ke belakang, siapa orang yang mau mendengar saran seseorang untuk memilih sofa mana yang sesuai untuk rumahnya?” ucap Jaya kala itu. Sejak banyak proyek di Indonesia menggunakan jasa desainer interior luar, saat itulah jasa desainer interior lokal mulai dilirik. Tantangan bagi desainer interior lokal ini bagaimana menciptakan style-style baru yang sesuai dengan jaman dan lingkungannya. “Setiap proyek memberikan tantangan dan solusi pemecahan yang berbeda-beda. Sehingga saya tak pernah bosan mencari solusi dalam setiap desain saya,” kata-kata Jaya yang sangat menginspirasi.