Perkembangan properti di Indonesia berawal dari usaha pemenuhan akan hunian yang layak. Usaha tersebut telah dilakukan sejak jaman kolonial. Kawasan-kawasan baru dibuka untuk menampung arus penduduk yang semakin menumpuk, terutama di kawasan kota. Kota dianggap lebih menjanjikan kehidupan yang layak sehingga arus urbanisasi tidak bisa dibendung. Kota kemudian melebar dan meluas dengan ragam tipe hunian di dalamnya, yang sudah dibagi berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat. Kota-kota satelit dan mandiri baru kemudian dibangun untuk memecah pemusatan tersebut.

  • 1901

    Penerapan politik etis di Belanda berpengaruh terhadap kesadaran akan perlunya hunian yang lebih baik bagi rakyat di negara jajahan, termasuk Indonesia. Banyaknya masalah kesehatan akibat lingkungan hunian yang buruk menjadi alasan paling utama.

  • 1910

    Tahap awal pengembangan kawasan pemukiman elit kolonial Nieuw Gondangdia yang sekarang bernama Menteng, setelah Belanda berhasil membeli tanah di kawasan ini dari tuan-tuan tanah sebelumnya.

  • 1912-1915

    Rencana perluasan kota Semarang ke arah bukit Candi karena pusat kota dirasa sudah tidak sehat. Thomas Karsten dari biro arsitek milik McLaine Pont diminta untuk membuat rancangannya.

  • 1922-1930

    Kongres perumahan di Semarang. Thomas Karsten mengutarakan pentingnya peran arsitek Indonesia yang dididik di Indonesia untuk mengatasi masalah perumahan di Indonesia.

  • 1945-1949

    Rencana pengembangan kota satelit Kebayoran sebagai solusi pemukiman baru di Jakarta setelah pengalihan kekuasaan dari Belanda ke Indonesia.

  • 1950-1954

    Kongres Perumahan Rakyat Sehat di Bandung. Pembangunan perumahan dan perbaikan kampung di kota-kota seperti Jakarta, Semarang, dan Malang

  • 1961-1970

    Pembangunan kota Jakarta mulai merambah ke sisi Barat dan Timur. Proyek rumah minimum di Cempaka Putih, Proyek Pulo Mas, Cengkareng.

  • 1972

    Real Estate Indonesia lahir atas prakarsa Ir. Ciputra, sebagai mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan

  • 1980-an

    Kawasan perumahan elit Pondok Indah yang dibangun sejak 1970-an mulai ramai. Bintaro dibangun sebagai kota satelit dari Jakarta.

  • 1940-an

    Kawasan perumahan elit Pondok Indah yang dibangun sejak 1970-an mulai ramai. Bintaro dibangun sebagai kota satelit dari Jakarta.

  • 1990-Sekarang

    Pergeseran tren hunian menjadi hunian vertikal akibat lahan yang semakin sempit dan mahal. Kota-kota mandiri bermunculan dan menawarkan ragam tipe hunian (tapak atau vertikal) dan segmen.