Timbul dan tenggelamnya dinasti, naik turunnya politik, turut berpengaruh pada style interior sepanjang sejarah. Gaya-gaya itu abadi meski dinasti yang mempopuerkannya musnah. Ini bukti bahwa style lebih kekal dari politik dan kekuasaan.

  • 2700-30 SM

    EGYPTIAN

    Desain yang erdapat pada daerah iklim yang panas kering dengan menampilkan warna-warna natural sesuai dengan aslinya.

  • 2000-1700 SM

    NEOLITHIC EUROPE

    Gaya yang bentuknya dibuat menyerupai gua

  • 1200-31 SM

    GREEK

    Gaya hiasan yang mewah dan megah pada setiap ruangan adalah ciri khasnya. Gaya ini enggunakan mortar semen di dinding rumah.

  • 453 SM-480

    ROMAN

    Konsep ini berbasis pada susunan, keseimbangan, dan harmonisasi kesempurnaan pada bentuk.

  • 1140-1400

    GOTHIC

    Gotik memiliki ciri khas gelap, misterius, eksotis, dan mistis. Gaya ini terinspirasi dari gaya abad pertengahan

  • 1400-1600

    RENAISSANCE

    Renaissance yang artinya "lahir kembali" atau "kelahiran kembali". Yang dimaksudkan adalah kelahiran kembali budaya klasik.

  • 1700

    ROCOCO STYLE

    Menyerupai gaya Barok yang tampil berlawanan dengan tema lebih berat dan warna lebih gelap.

  • 1780-1880

    NEOCLASSICAL STYLE

    Neo-klasik kembali muncul di kerajaan-kerajaan yang ingin mempertahankan nilai adiluhung klasik saat masa renaisans untuk melawan gaya barok dan rokoko

  • 1800-AN

    TROPICAL

    Gaya dimana bentuk maupun elemen-elemen pembentuknya dirancang sedemikian rupa sehingga cocok dan nyaman untuk daerah yang beriklim tropis.

  • 1837-1901

    VICTORIAN

    Suatu konsep yang mulai berkembang dari Inggris yang pada masa itu sedang berada di bawah pemerintahan Ratu Victoria.

  • 1840

    TUSCAN

    Gaya lain yang ditambahkan oleh bangsa Romawi adalah Tuscan dengan bentuk yang lebih sederhana dari gaya Doric, dan Composite berupa gaya Corinthian yang lebih kaya ornamen.

  • 1850

    PROVENCE STYLE

    Desain interior dalam gaya Pronvence memiliki semangat kesederhanaan dan kenyamanan.

  • 1870

    RUSTIC

    Suatu konsep desain rumah yang punya tekstur tidak halus atau kasar dan tidak diselesaikan. Rustik sendiri jika terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia mempunyai arti tua atau berkarat.

  • 1890-1910

    ART NOUVEAU

    Sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan yang meliuk-liuk. Art Nouveau berasal dari bahasa Perancis yang artinya seni baru (new art).

  • 1910

    ASIAN

    Desain Asian adalah desain rumah ala orang Asia yang pada bagian tertentu memiliki kekhasannya masing-masing, seperti penggunaan material kayu dan bambu cukup mendominasi pada ruang atau bagian tertentu.

  • 1910

    ECLECTIC

    Percampuran beberapa gaya desain dari beberapa periode waktu dan tempat yang berbeda dipadukan menjadi satu.

  • 1918-1950

    MODERN

    Modern seringkali memiliki karakteristik seperti bahan alami, warna netral yang ekspansif dengan munculnya warna, dan garis yang bersih dan rendah merupakan bagian dari dekorasi modern.

  • 1920-1970

    COUNTRY

    Gaya arsitektur yang merefleksikan rumah-rumah di pedesaan yang dekat dengan alam, dan memberikan peran pada alam dalam hal sirkulasi udara tata cahaya dan bahan bakunya.

  • 1920

    MEDITERRANEAN

    Gaya desain khas negeri-negeri Eropa yang kaya warna dan mempesona.

  • 1920-1960

    ART DECO

    Desain Art Deco memberikan kebebasan berseni bagi desainer untuk menciptakan sebuah makna modern pada desain interior yang dibuatnya

  • 1962

    MEDITERRANEAN

    Gaya desain khas negeri-negeri Eropa yang kaya warna dan mempesona.

  • 1980-NOW

    CONTEMPORARY

    Desain kontemporer lebih fleksibel, dengan kata lain, kontemporer lahir dengan memadukan berbagai gaya dan variasi.